Jumat, 11 Januari 2013

FAKTA BESAR TENTANG KA`BAH YANG DI SEMBUNYIKAN DUNIA


Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...

Ka'bah, rumah Allah dimana sejuta ummat Islam merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah Sng Maha Pencipta. Kiblatnya (arah) ummat Islam dalam melaksanakan shalat, dari manapun semua ibadah shalat menghadap ke kiblat ini.

Istilah Ka'bah adalah bahasa al quran dari kata "ka'bu" yg berarti "mata kaki" atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. QS al-Ma'idah 5:6 dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dengan "Ka'bain" yg berarti 'dua mata kaki' dan ayat QS al-Ma'idah 5:95-96 mengandung istilah 'ka'bah' yang artinya nyata "mata bumi" atau "sumbu bumi" atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?."

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.

Makkah Pusat Bumi ....

Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.

Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam al-Qur'an al-Karim sebagai berikut:

'Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..' (QS asy-Syura 26: 7)

Kata 'Ummul Qura' berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata 'ibu' memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.

Makkah atau Greenwich ... ?

Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit ....

Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman,

'Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.' (QS ar-Rahman 55:33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata 'qutr' yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka'bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)

~ o ~

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...

CARA MEMBUAT HATI DAN FIKIRAN TENANG


1. Pandai Bersyukur

Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat oang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.

2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian

Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh

Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.

4. Manajemen Emosi

Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat/penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa/melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.

5. Hidup Sederhana

Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.

Semoga dapat membantu kita semua hidup tenang dunia dan akhirat

CIRI-CIRI ORANG BERIMAN

FASTAQIM SHAFAR (28)
MEMILIKI PANDANGAN JAUH.
QS: AL HASYR: 9.

Iman di hati mewujudkan
kemampuan untuk melihat yang
tersirat di balik yang tersurat.
Karena pada hakekatnya,
keyakinan adalah kemampuan
melihat sesuatu dgn mata hati.
Pandangan hati selalu menembus
batas.
Pandangan hati menembus
langit.
Pandangan hati melihat alam
kubur.
Pandangan hati jauh ke negeri
akhirat.
Pandangan hati melihat Syurga
dan Neraka.
Itu sebabnya, orang beriman
melakukan banyak pengorbanan
yg tdk dilakukan oleh org yg
hatinya buta.
Org beriman menikmati
pengorbanan yg tdk disanggupi,
bahkan ditakuti oleh org yg
berhati buta.
Buta hati pasti ragu, org ragu,
belum beriman.
Inilah perbedaan antara ahli
ibadah dgn ahli dosa.
Antara ahli sedekah dgn ahli
bakhil.
Antara ahli maaf dgn ahli marah.
Antara ahli khusyu' dgn ahli lalai.
Kita wajib membuka mata hati,
melihat jauh ke alam akhirat.
BERSAMA KITA MELATIH
PENGLIHATAN HATI. 

INGAT RUMAH TERAKHIR KITA ADALAH KUBUR



Pernahkah kita bermimpi berada di suatu tempat yang sangat asing, yakni tempat yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya, suatu tempat yg angker dengan berbagai macam hal yg menakutkan, siksaan, dan malangnya lagi kita tak bisa keluar dari tempat tersebut.

Dan mimpi itu seakan-akan nyata adanya hingga kita menangis atau berteriak dalam tidur kita. Setelah terbangun dari mimpi tersebut, dengan nafas masih terengah-engah, kita pun bersyukur dan berucap, "untung ini semua hanya mimpi".

Pernahkah kita meyakini hal mengerikan tersebut akan benar-benar terjadi pada kita?

Rasulullaah SAW berkata: "...Ingatlah kematian, demi Dzat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis." (Shahih Muslim).

Cepat atau lambat, alam kubur adalah fase yang pasti akan kita jalani. Fase kubur ini menjadi penentu sebelum menapak ke fase berikutnya, yaitu padang masyhar, pengadilan Allah SWT.

Jika sukses kita di fase ini, insya Allah di fase berikutnya kita pun akan sukses, yang puncaknya dengan kehidupan penuh kenikmatan di Jannatun Na'im (surga). Sebaliknya, jika kita gagal di fase ini, dapat dipastikan kegagalan juga yang didapati di fase berikutnya, yangg diakhiri dengan penderitaan tak terperi di neraka jahanam, na'udzubillah.

Semua tahu itu, tapi kadang kita lalai untuk bersiap diri.

Pernahkan kita memikirkan bila kemarin kita mengantarkan teman ke kuburnya, dan mungkin besok atau lusa giliran kita yg diantarkan ke kubur? Dan bila saat itu datang, apakah kita telah benar-benar siap? Akankah kita menyalahkan Yang Maha Pemurah karena tak memberikan kesempatan dan peluang bagi kita untuk bersiap diri?

Sering kita dikejutkan dengan berita orang-orang terkenal mulai dari tokoh masyarakat hingga para selebriti yg telah meninggalkan dunia ini selamanya, padahal masih terngiang prestasi atau karya-karyanya di dunia ini. Bahkan orang-orang di sekitar kita, apakah anggota keluarga, teman dekat atau pun tetangga yang telah meninggalkan kita selamanya, padahal sebelumnya kita masih berjumpa dan bercanda dengan orang-orang yg kita cintai tersebut. Sayangnya tipu daya setan dan beratnya beban hidup membuat kita terlena, hingga kita selalu merasa mendapat "giliran" paling akhir untuk menghadap-Nya.

Sebenarnya itu semua bagian dari early warning system dari Yang Maha Pemurah bagi kita untuk bersiap diri. Selain "sinyal-sinyal" lain yg diberikan Allah SWT kepada diri kita secara langsung. Rambut yg telah berubah warna; mata yang dulunya tajam dan sangat awas sekarang mulai memudar kemampuannya; gigi yang dulunya kuat melahap makanan apa saja, sekarang mulai terasa ngilu kalau menguyah, bahkan beberapa di antaranya mulai tanggal.

Belum terlambat untuk merenungi ayat ini:
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS Al Ankabut: 64).

Marilah kita mulai dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya dengan segenap kemampuan kita. Mari kita pastikan, tiada hari yg terbuang tanpa nilai ibadah kepada-Nya, walau itu hanya seulas senyum, tegur sapa serta jabat tangan yang iklhas kepada orang-orang di sekitar kita.

Insya Allah bila tiba giliran kita menghadap-Nya, tak ada teriakan penyesalan dari kubur kita.  KLIK DISINI

18 SEBAB JIN MERASUK MANUSIA


WANITA suka bersolek dan gemar
berpakaian mendedahkan aurat
sasaran utama golongan jin untuk
dipikat.
Salah seorang imam Masjid Sultan
Salahuddin Abdul Aziz Shah, Shah
Alam, Selangor, Ustaz Ahmad
Dasuki Abd Rani berkata, dalam
setiap tubuh manusia ada jin dan
makhluk halus itu sentiasa
berusaha mempengaruhi kita
mengikut telunjuk mereka.
.
Pendakwah bebas lulusan
Universiti Al-Azhar itu berkata,
ramai manusia tidak menyedari
tindak-tanduk mereka sentiasa
menjadi perhatian jin.
Jin sebenarnya suka memikat
manusia, terutama wanita yang
suka bersolek dan gemar
berpakaian mendedah aurat,”
katanya ketika membentangkan
kertas kerja berkaitan peranan jin
di Masjid Kota Damansara, Petaling
Jaya, baru-baru ini.
.
Menurut Ustaz Dasuki lagi, jin tidak
akan datang mengacau seseorang
itu melainkan ia sudah terpikat.
“Bila sudah berkenan, jin akan
berusaha memasuki tubuh orang
yang dia suka dan terus bersarang
di dalamnya,?tambahnya.
Lazimnya, kata beliau, jin memilih
manusia yang lemah semangat
dan tidak mempunyai pendinding
diri untuk dipikat.
“Manusia yang sudah lupa Allah
dan menjauhi Al Quran tidak lagi
mempunyai pendinding diri dan
sebab itu mudah dipengaruhi jin,”
tambahnya.
.
Manurut Ustaz Dasuki lagi, jin
menyusup masuk ke dalam tubuh
manusia dengan berbagai cara,
antaranya diminta manusia sendiri
sama ada sedar atau tidak. Lebih
malang lagi, katanya, manusia
sendiri menggunakan khidmat jin
sebagai khadamnya untuk
melakukan pengkhianatan kepada
orang lain.
Ustaz Dasuki menyatakan 18 sebab
jin merasuk manusia, iaitu:
.
1. Apabila manusia meringankan
solat dan tidak mentaati perintah
Allah.
2. Terdapat alat muzik atau alat
melalaikan didalam rumah
3. Meninggikan suara dalam bilik
air
4. Menangis dan merintih sebelum
tidur
5. Membuang air panas ke dalam
bilik air
6. Melompat tinggi tanpa membaca
Bismillah
7. Memasuki tempat gelap yang
ditinggalkan
8. Perasaan terlalu takut dan
terlampau gembira, seperti ketawa
berlebihan
9. Selalu bertengkar suami isteri
10. Terlampau marah
11. Mengikut hawa nafsu
12. Terdapat gambar lukisan
manusia dan anjing di dalam
rumah
13. Terdapat lambang salib pada
lantai, sejadah atau langsir
14. Menghadiri majlis yang
melekakan tanpa menyebut
kalimah Allah
15. Perempuan suka bersolek
16. Berlaku sihir perjanjian di
antara jin dan tukang sihir
17. Jin jatuh cinta pada manusia
18. Suka membaca buku cerita
hantu dan buku berunsur sihir.
.
Beliau juga memberikan beberapa
tanda manusia dirasuk jin,
antaranya sukar tidur malam, hati
berdebar-debar terutama pada
waktu senja atau perasaan resah
tidak menentu.
Mimpi berulang mengenai perkara
yang menakutkan seperti melihat
anjing hitam, kucing, ular, manusia
pelik, dibawa ke kubur atau
diusung ke tempat mengerikan
juga dikaitkan dengan gangguan
jin.
Selesema berpanjangan juga
dikaitkan dengan gangguan
makhluk halus selain malas berzikir
dan solat,?katanya.
Selain itu, manusia dirasuk jin
merasa sakit pada sesetengah
anggotanya tapi sukar dikesan
oleh doktor.
.
Lain lain tanda ialah pening
berpanjangan terutama pada
waktu senja, otak lemah, tidak
sedar diri serta telinga berdesing
atau mendengar kata-kata
suruhan tertentu.
.
wallahhualam....
Semoga bermanfaat...!
"Allahumma haqqiqna bittaqwa
wal istiqoomah...Ya ALLAH tetapkan
kuatkan hidup kami dalam
ketaqwaan dan
istiqomah...aamiin".
Barakallah Fikum klik disini

Pena Takdir Telah Mengering



"Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi (tidak pula) pada dirimu sendiri,melainkan ia telah tertulis dalam kitab (lauh mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya" (AL-Hadid;22)

pena takdir telah mengering ,lembaran-lembaran catatan perjalanan hidup telah di simpan,setiap perkara telah di hapus dan takdir telah di tetapkan.Maka,

"Katakanlah: 'sekali-kali tidak akan menimpa kami ,melainkan apa yang telah di tetapkan oleh ALLAH bagikami'."(Al-Taubah:51)

Apa yang akan menimpa kita tak kan pernah luput.dan apa yang bukan jatah kita takkan pernah menimpa.jika keyakinan ini tertanam kuat pada jiwa kita dan kukuh bersemayam dalam hati kita,maka setiap bencana akan menjadi karunia,setiap ujian menjadi anugrah,dan setiap peristiwa menjadi penghargaan dan pahala.

maka selalulah kita siap sedia ketika ALlah Subhanahu wata 'ala menurunkan cobaan pada jiwa......

apakah kegagalan ini dianggap merugi ????dan akhirnya menjadi malu dan sakit hati ???
OOOooo tidak., belum tentu rugi bagi kita .......krn sesunggunya "Barangsiapa yang oleh Allah di kehendaki menjadi baik,maka ia akan di uji oleh-Nya"....

Maka,kita jangan risau dan gelisah di karenakan suatu yg luput dari kita, tw sesuatu yg belum jodohnya, atau suatu cobaan penyakit / ,kematian / perceraian /bencana alam / ,kerugian harta,atau kebakaran,dll....

Betapapun,sesungguhnya Sang Maha Pencipta telah menentukan segala sesuatunya dan takdir telah bicara

.Usaha dan upaya Manusia sudah total sedemikian rupa,tetapi hak untuk menentukan tetap mutlak milik Allah.

pahala telah di berikan dan dosa sudah di hapus.Karena itu,berbahagialah orang-orang yg telah tertimpa musibah kerena kesabaran dan kerelaan mereka terhadap Allah yang Maha Mengambil,Maha Pemberi,Maha Mengekang ,lagi Maha Lapang.

Pena takdir telah mengering bersamaan dengan semua hal yang akan kita temui.maka,jangan biarkan diri kita larut dalam kesedihan....

Kita harus pasrah kepada takdir sebelum di tindas oleh bala tentara nafsu diri yg berwujud kekuasaan , kebencian,penyesalan dan kebinasaan ....

Akuilah kebenaran qadha'sebelum kita di landa banjir penyesalan

!Dengan begitu ,jiwa kita akan tetap tenang menjalani segala usaha dan cara yang memang hatus di tempuh.

Dan bila kemudian terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,maka itu pun merupakan bagian dari ketentuan yang memang harus terjadi.

jangan pula kita mengatakan,"Andai kata aku berbuat begini dan begitu ,tentu kejadiannya begini dan begitu."

tapi katakanlah"Allah telah menakdirkan,dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan."

( bahas ttg taqdir sangat kompleks, maka yg di maksud dlm catatan ini adalah yg sehari hari terjadi pada masyarakat, yg telah terjadi, dan Manusia hanya bisa mengambil hikmah dari jejak langkahnya)

wallahu a'lam bish showab..

Kelebihan DZIKIR dari sudut SAINS



Otak sebenarnya ialah satu himpunan aktiviti-aktiviti bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu bagi membolehkan ia berfungsi secara sempurna.

Ketika otak berfungsi, berlaku perubahan kimia di dalamnya yang melibatkan pergerakan ion-ion atau atom-atom yang membawa cas. Setiap hari empat belas juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan enam belas juta saraf tubuh yang lain.

Semua aktiviti yang kita lakukan dan kefahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah daripada aliran interaksi bio-elektrik yang tidak terbatas. Ukuran isyarat otak yang terhasil daripada aktiviti elektrik yang dapat dikenal pasti melalui kaedah electroencephalography (EEG).

Oleh itu, apabila seorang itu berzikir dengan mengulangi kalimah-kalimah Allah S.W.T seperti Subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan berlakunya satu aliran bio-elektrik di kawasan-kawasan saraf otak tersebut.

Apabila zikir disebut berulang-ulang kali, aktiviti saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-elektrik. Lama-kelamaan kumpulan saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kumpulan saraf yang lain untuk turut sama aktif. Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan.

Otak mula memahami perkara baru, melihat daripada perspektif berbeza dan semakin kreatif dan kritis, sedangkan sebelum berzikir otak tidak sebegini. Otak yang segar dan cerdas secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Hasil kajian makmal yang dilakukan terhadap subjek ini dimuatkan dalam majalah Scientific American, keluaran Disember 1993. Kajian dilakukan di University of Washington dengan menggunakan ujian imbasan PET yang mengukur kadar aktiviti otak manusia secara tidak sedar.

Dalam kajian ini, sukarelawan diberikan satu senarai perkataan benda. Mereka dikehendaki membaca setiap perkataan tersebut satu persatu dan mengaitkan perkataan-perkataan dengan kata kerja yang berkaitan. Apabila sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bahagian berbeza otak mempamerkan peningkatan aktiviti saraf, termasuk di bahagian depan otak dan korteks.

Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi senarai perkataan yang sama berulang kali, aktiviti saraf otak merebak ke kawasan-kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain. Apabila senarai perkataan baru diberikan kepada mereka, aktiviti saraf kembali meningkat di kawasan pertama.

Ini sekali gus membuktikan secara saintifik bahawa perkataan yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan kecergasan otak dan menambah kemampuannya.
Jika ia mengaitkan tentang kecerdasan otak, maka betullah sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud:

“Orang yang berzikir kepada Allah S.W.T ditengah-tengah orang yang lalai ibarat sebuah pepohonan yang hijau ditengah-tengah pepohonan yang kering.”

Oleh itu saudara-saudaraku seislam, ketika saintis barat baru menemui mukjizat ini, kita sudahpun lama mengamalkannya dan menerima manfaatnya. Malang bagi mereka yang masih memandang rendah kepentingan berzikir dan mengabaikannya.

(♥ Subhanallah || Semoga Bermanfaat... KLIK DISINI